GERMASA

  • SEJARAH GPIB
Pada tahun 1934 Gereja Protestan di Indonesia (GPI) berdiri lepas dari pemerintah dan memiliki 4 jemaat mandiri,
  1. GMIM (Gereja Masihi Injili di Minahasa) lahir pada tanggal 30 September 1934. Tahun 2005 mempunyai 900 pendeta, 818 gereja lokal, dibagi dalam 85 wilayah. Ketua Sinode Pertama Pdt.DS. A.Z.R.Wenas
  2. GPM (Gereja Protestan Maluku) lahir pada tanggal 6 September 1935, meliputi 7 klasis. Ketua Sinode pertama Pdt.S.Marantika.
  3. GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) lahir pada tanggal 31 Oktober 1947, terdiri dari 6 klasis. Ketua Sinode pertama Pdt.Ch.J.Abineno.
Berdasarkan kesepakatan ketiga gereja mandiri tersebut di atas maka berdirilah Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) pada tanggal 31 Oktober 1948 untuk memenuhi kebutuhan warga GMIM GPM, dan GMIT yang merantau ke Jawa atau Indonesia bagian Barat.
Mula berdirinya GPIB hanya memiliki 7 klasis (sekarang MUPEL) dengan 53 jemaat. Ketua Sinode pertama, DS de Klreek.
Saat ini di usia 66 tahun, GPIB dalam melaksanakan panggilan dan pengutusan Gereja di Indonesia mengalami banyak sekali perbuatan Kasih Tuhan, dan dalam perkembangannya GPIB telah memiliki 313 Jemaat mandiri di kota besar sampai ke desa-desa dan 200 pos pelayanan dan kesaksian di pedalaman provinsi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah, Riau, jambi, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Kepulauan Riau.
Sebagai warga GPIB kita patut mengucap syukur dan berterimakasih kepada Yesus Kristus Tuhan dan Kepala Gereja, Sebab karena penyertaan dan pertolongan-Nya GPIB tetap eksis dan boleh mengalami kemajuan yang luar biasa.

 

  • Mari kita mengambil bagian dalam pergumulan dan sukacita Gereja dan Masyarakat melalui doa pribadi,keluarga maupun kelompok, dengan pokok-pokok doa sebagai berikut :
  1. Gereja di seluruh dunia dan pelayanan GPIB di jemaat-jemaat di kota dan di pelosok daerah (daerah Pelkes).
  2. Bangsa dan Negara Republik Indonesia dalam membina persatuan dan kesatuan;
  3. Warga Jemaat yang sedang sakit di rumah maupun di Rumah Sakit, serta yang berduka cita.
  4. Warga Jemaat yang berulang Tahun pribadi maupun perkawinan dan bersukacita.
  5. Masyarakat dan dunia yang menderita akibat perang, bencana alam,
  6. YAPENDIK cabang Makassar.
  7. Tanah STT INTIM Makassar.
  8. Keluarga di Jemaat GPIB ”Bukit Zaitun” (oleh PF ibadah Minggu) :
SP.4
Keluarga (06.00 BZ)
SP.5
Keluarga (09.00 BZ)
1
Umar-Muhea
1
Tanalepy –
2
W.A.Darondo
2
Tandungan-da Costa
3
Yuyun Martinus
3
Tobondo-Latief
4
Ajawaila – Arumpone
4
Tobondo-Rasyid
5
5
Tontoigon Daniel
SP.6
Keluarga (16.30 BZ)
SP.7
Keluarga (19.00 BZ)
1
Sallong-Watimena
1
Pietries – Bessie
2
Sangi – Kumakau
2
Poniman – Inkiriwang
3
Sanherib Woriweon
3
Rahantoknam – Tan
4
Selanno – Uneputty
4
Raintung – Rorimpandei
5
Siregar – Paranoan
5
Rantelangi – Noya
SP.8
Keluarga (09.00 Hsn)
SP.9
Keluarga (18.00 MB)
1
Poli – Kramadibrata
1
Roza Saroinsong
2
Rapar-Tanje
2
Selamat – Tumiaty
3
Rasyid – Wolah
3
Sudiyono – Salla
4
Runtu
4
Supeno – Saripada
5
Rustowo – Turangan
5
Supeno – Kongkoli

Tinggalkan komentar

Filed under Uncategorized

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s